Sunday, 22 February 2015

Bolehkah Wanita Menjadi Pemimpin, Dalam Islam?




Assalamualaykum bidadari – bidadari Allah. Apa kabar hari iniukhti? Semoga kita semua selalu dalam rahmat Allah.
Teman – teman, pernah kah kita bertanya atau sekedar penasaran, kok kebanyakan pemimpin itu adalah laki – laki yaa, lalu boleh kah perempuan menjadi pemimpin?
Mungkin bukan hal yang aneh lagi di Negara kita jika ada perempuan yang menjadi pemimpin. Mulai dari kepala daerah sampai presiden. Mungkin hal ini terjadi karena adanya emansipasi wanita. Mamang betul, di era emansipasi wanita ini, sudah tipis sekali perbedaan antara wanita dengan pria dalam sisi sosial
Lalu, bagaimana sih sebenarnya Islam “memporsikan jatah” perempuan?  Apakah sebebas emansipasi wanita yang telah dianut oleh masyarakat kita ini?


LALU, APAKAH BOLEH  PEREMPUAN MENJADI PEMIMPIN?
Yuk, kita simak sama – sama J



Kita lihat yuk, ayat – ayat Al Qur’an dan hadist tentang permasalahan ini J

1.        Tidak Ada Nabi Dan Rasul Seorang Perempuan.
Mungkin ada yang bertanya, Lho kok patokan nya nabi dan rasul? Kenapa?
Karenaaaa….. nabi dan rasul adalah contoh panutan, acuan, pedoman bagi manusia. Terlebih lagi untuk pemimpin, nabi dan rasul adalah sebuah refleksi dari seorang pemimpin, dalam hal apapun J
Bahkan, Imam dalam sholat pun tidak boleh wanita, kecuali makmumnya juga wanita (berdasarkan Imam Hanafi, Syafi’i, dan Hambali)

“Dan kalau Kami bermaksud menjadikan Rasul itu dari golongan malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki.” (QS. Al-An’aam: 9)

“Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri.”  (QS. Yusuf: 109)

“Kami tiada mengutus Rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. “    (QS. Al-Anbiyaa’: 7)


2.        Laki – Laki Sudah Ditetapkan Sebagai Pemimpin Perempuan.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (QS. An-Nisaa’: 34)
Sebenarnya ayat ini berbicara tentang rumah tangga, namun jika kita kaji lagi, kepala keluarga saja tidak boleh perempuan, apalagi seorang pemimpin harus yang memimpin banyak kepala keluarga J



3.        Laki – Laki Tidak Sama Dengan Perempuan.
“dan anak laki –laki tidak sama dengan anak perempuan” (QS.  Ali Imran: 36)
Hadits nya :
“Diriwayatkan dari Abu Bakrah, katanya: Tatkala sampai berita kepada Rasulullah bahwa orang-orang Persia mengangkat raja puteri Kaisar, Beliau bersabda: Tidak akan pernah beruntung keadaan suatu kaum yang menyerahkan kepemimpinannya pada seorang perempuan.”   (HR. Bukhari, Turmudzi dan An-Nasa’i)

Hadits tersebut menjelaskan, bahwa suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada seorang wanita, tidak akan mendapatkan keberuntungan. Padahal, meraih sebuah keberuntungan dan menghindarkan diri dari kesusahan adalah sebuah anjuran. Dari sini, Ulama berkesimpulan bahwa wanita tidak diperkenankan menduduki tampuk kekuasaan tertinggi dalam suatu Negara. Ketentuan semacam ini, menurut al-Qâdhi Abû Bakr ibn al-’Arabiy merupakan konsensus para ulama.




Nah, jadi menurut hukum islam, wanita tidak boleh menjadi seorang pemimpin karena alasan – alasan yang sudah diuraikan diatas ^^

Namun, untuk kekuasaan yang cakupannya lebih terbatas, semisal pemimpin daerah, keabsahan kepemimpinan wanita masih menjadi perdebatan para ulama.
Perdebatan ini dilatarbelakangi adanya perbedaan sudut pandang dalam menilai  apakah kepemimpinan semacam ini termasuk bagian dari kekuasaan, persaksian, ataukah fatwa.



Lalu, Bagaimana Dengn Pendapat Para Tokoh Agama?

·           Imam Ahmad, Imam Malik, dan Imam Syafi’i
berpendapat bahwa wanita tidak berhak menjadi pemimpin, meski dalam lingkup yang lebih terbatas. Sebab, bagaimanapun juga, menjadi pemimpin, baik dengan kekuasaan luas maupun terbatas, pada hakikatnya sama. Yang membedakan hanyalah wilayah kekuasaannya semata. Padahal, Rasulullâh jelas-jelas melarang seorang wanita menjadi pemimpin.

·           Abu Hanifah
berpendapat bahwa wanita dapat menjadi penguasa dalam urusan harta. Beliau berpandangan, ketika wanita diperbolehkan memberikan kesaksian dalam urusan harta, berarti memberikan keputusan dalam wilayah tersebut juga sudah semestinya diperbolehkan

·           Ibn Jarîr ath-Thabariy
 memiliki pandangan yang lebih longgar dalam permasalahan ini. Beliau berpendapat bahwa wanita dapat menjadi pemimpin daerah secara mutlak dalam semua hal. Dalam pandangan beliau, kepemimpinan semacam ini, identik dengan fatwa. Padahal, Rasulullâh sendiri merestui dan melegalkan seorang wanita untuk memberikan fatwa, sebagaimana sabda yang beliau sampaikan;

                                             “Ambillah separuh ajaran agama kalian dari Khumayrâ’ ini”.
Prinsipnya, menurut beliau, setiap orang yang memiliki kredibilitas untuk menengahi pertikaian atau persengketaan di antara manusia, (tanpa memandang jenis kelamin, entah laki-laki ataukah perempuan) maka keputusan hukumnya legal dan sah-sah saja, kecuali hal-hal yang memang telah diputuskan oleh ijma’, yaitu masalah kepemimpinan besar (al-imamah al-kubra)


Haduhh, jadi gimana nih? Ada yang bilang boleh, ada yang bilang tidak. Yang mana yang benar?

Tenang, jika kita melakukan sesuatu atas dasar Al – Qur’an dan hadits, maka insha Allah, Allah selalui meridhoi jalan kita J




Namun, Ada Beberapa Pertanyaan Yang Timbul Terkait Hal Ini.

1.        Bagaimana dengan pemerintahan Ratu Saba’ yang dikenal bernama Balqis?
ð   Ratu Balqis menjadi kepala negara, jauh sebelum dia mengenal Islam dan dipercaya kawin dengan Nabi Sulaiman. Setelah dia ditundukkan oleh Sulaiman dan menjadi istrinya, otomatis yang menjadi kepala negara adalah Sulaiman, bukan lagi Balqis.


2.        Apakah Islam melakukan diskriminasi terhadap perempuan?
ð  Islam tidak melakukan diskriminasi.Untuk memimpin suatu negara, orang harus benar-benar total, baik dalam waktu, pikiran maupun resiko dan tanggung jawabnya bahkan terkadang harus rela disibukkan oleh aktifitasnya, menghadiri rapat di berbagai kesempatan, melakukan perjalanan dinas dan seterusnya yang tentu saja sulit dilakukan oleh seorang wanita, karena ia juga harus melayani suami dan anak-anak sebagai tugas utamanya.

“Bagi para wanita, mereka punya hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang benar. Akan tetapi para suami memiliki satu tingkatan kelebihan dari pada istrinya.”  (QS. Al-Baqarah: 228)


Dalam sejarah, Nabi SAW mengikutsertakan wanita dalam medan perang, namun mereka bukan dijadikan umpan peluru, tetapi sebagai prajurit yang bertugas memberikan pertolongan bagi mereka yg terluka seperti dicontohkan oleh Fatimah Az-Zahrah puteri Beliau sendiri, kemudian wanita juga mempersiapkan konsumsi seperti dilakukan oleh ‘Aisyah, istri Beliau. Bahkan Khadijah istri Nabi yang pertama adalah seorang saudagar (pengusaha).

Sesudah Nabi wafat, Khalifah Umar, sahabatnya, mengangkat Ummu Asy-syifa’ Al-Anshariah sebagai pengawas dan pengontrol pasar Madinah.




Lalu, Adakah Waktu Untuk Kita Memilih Perempuan Sebagai Pemimpin?

ð  Bila sudah tidak ada lagi laki-laki Islam yang mampu jadi pemimpin !




Teman – teman, itulah pembahasan tentang Bolekah wanita menjadi pemimpin, Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, tanpa berniat untuk suatu kepentingan politik atau mendiskriditkan jenis kelamin, bahwa mayoritas ulama telah melarang perempuan jadi pemimpin/ulil amri public, baik sebagai bupati, gubernur, bahkan presiden dan bahkan pula pemimpin dalam Sholat.

Yang diperbolehkan dalam hal rumah tangga atau urusan yang harus ditangani perempuan. Jika hukum perempuan jadi pemimpin public, ternyata ulama lebih banyak melarangnya, maka begitu juga memilih pemimpin perempuan juga ulama melarangnya. Jadi jangan jadikan perempuan menjadi pemimpin apapun itu alasannya.  Dan Haram pula Umat Islam memilih Pemimpin Orang Kafir,




Semoga uraian ini bisa bermanfaat nya, ukhti :)


Read More...

Saturday, 21 February 2015

Seperti Apa sih Hijab Syar'i Itu?



                Assalamualaykum, ukhti.  Apa kabar kalian semua? Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.  Teman – teman, setelah saya sebelumnya telah membuat artikel tentang Yuk, berhijab! kali ini saya akan memuat artikel tentang Seperti Apa Sih, Hijab Yang Syar’i  hehe..
                Sebelumnya, temen – temen udah tau belum sih, apa itu hijab? Kalo denger kata hijab pasti yang kita bayangkan adalah kain yang digunakan muslimah untuk menutupi rambutnya. Padahalllll….. bukan itu lho!






Nih yaaa…..
Kerudung            =  (hanya sebagai) penutup kepala dan leher
Jilbab             = pakaian  yang longgar yang dijulurkan keseluruh tubuh hingga mendekati tanah      sehingga tidak   membentuk lekuk tubuh.
Khimar           =  penutup kepala dan leher, dan menjulur hingga menutupi dada dari belakang maupun dari depan
Hijab                   = jilbab + khimar 

Nahh, sudah tau kan  apa itu hijab? 


“hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka…” Q.S Al-Ahzab:59




Berhijab Sudah, 
Tapi Sudah Syar’i Belum, Teman?




Memang yang syar’i itu yang seperti apa sih?

1.      Kainnya bersifat tebal dan tidak transparan!
Kalo kain nya tipis dan transparan kan bagian tubuhnya masih kelihatan, trus buat apa pakai hijab?:) sama aja boong dong hehehe…


2.       Longgar dan tidak ketat.  
Salah satu tujuan dari hijab kan untuk menutupi lekuk tubuh, nah kalau ketat kan lekuk tubuh nya masih kelihatan 

“Rasulullah saw memberiku baju Qubthiyyah yang tebal (biasanya Qutbthiyyah itu tipis) yang merupakan baju yang dihadiahkan Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi saw bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qubthiiyah?” Aku menjawab: “Aku pakaikan baju itu pada istriku” Nabi saw lalu menjawab : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam Qubthiyyah itu, karena aku khawatir baju itu masih menggambarkan bentuhk tulangnya.” (HR. Al-Baihaqi, Ahmad, Abu dawud dan Ad-Dhiya).



3.    Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. 
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab : 59)
Berarti kaki juga termasuk untuk ditutupi lhooo. Jadi, yuk biasakan pakai kaos kaki




4.    Bukan berfungsi sebagai perhiasan.
“…Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka” (Qs An-Nur : 31)
Pakaian jilbab sebagaimana disebutkan pelindung wanita dari godaan laki-laki. Hal ini berarti jilbab tidak boleh berlebihan atau mengikuti trend mode tertentu karena memang jilbab bukan perhiasan 


5.     Tidak diberi wewangian atau parfum.
“Siapapun perempuan yang memakai wewangain. Lalu ia melewati kaum laki-laki agar ia menghirup wanginya, maka ia sudah berzina” (HR. An-Nasa’i)
Wahh… udah jelas banget nih. Kita sebagai wanita sesungguhnya gaboleh memakai wewangian secara berlebihan karna hal itu mudah untuk membangkitkan nafsu laki – laki.


6.     Tidak menyerupai laki – laki.
Ternyata banyak sekali lhoo hadist yang menegaskan hal ini!

“Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupai diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kami kaum wanita” (HR. Ahmad)

“Tiga orang yang tidak masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat: orang yang durhaka pada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelelakian danm menyerupakan diri dengan laki-laki, dan dayyuts (orang yang tidak memlki rasa cemburu)” (HR. Nasa’i, Hakim. Baihaqi dan Ahmad)

Para ulama memasukkan tindakan wanita yang menyerupai laki-laki dan tindakan kaum laki-laki  menyerupai wanita dalam “al-kabaair” (dosa-dosa besar). Mereka dilaknat dan laknat ini akan menimpa juga pada suaminya yang membiarkannya, meridhainya dan tidak malarang melakukannya hal itu



7.   Bukan libas syurah (pakaian popularitas)

Berdasarkan hadist Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah saw bersabda :

“Barang siapa yang menegakkan pakaian syurah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah menegakkan pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Libas Syurah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas (gengsi) di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal yang dipakai oleh seorang untuk berbangga dengan gaun dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah dan yang dipakai oleh seorang yang menampakan kedzuhudannnya dan dengan tujuan riya.



8.  Tidak “berpunuk unta”
“Dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu: “suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggaklenggok (jalannya), mengajarkan wanita berlenggaklenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya)” (HR. Muslim)

Haduhhh, ternyata ada larangan nya yaa trend hijab punuk unta itu L






Jangan  malu kalo dibilang kuno, ini kan perintah Allah:) yang gak syar'i jauh lebih kuno tauuu hehehe. Jadi, gimana nih ukhti? udah kebayang hijab syar'i untuk besok? tenang aja, lebih syar'i lebih gak ribet kok:)









Read More...

Yuk berhijab! :)


Assalamualaykum teman – teman, apa kabar kalian semua? Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Teman – teman, pernah terlintas gak sih dibenak kita untuk selalu menjaga aurat dari yang bukan mahram kita? Lho emang buat apasih?....
Nih yaaa…. Menutup aurat itu WAJIB hokum nya bagi kita semua muslimah yang sudah akhil balig. Bukan hanya ibu – ibu atau pun wanita yang lanjut usia. Kita, remaja yang sudah masuk kategori dewasa juga wajib untuk menutup aurat. Ini WAJIB lhooo WAJIB! Kalo wajib kan berarti ini perintah langsung dari Allah. Dan seluruh perintah Allah pasti ada alasannya donggg. Ya kan?


KENAPA SELURUH WANITA WAJIB MENUTUP AURATNYA?
                    
1.         Perintah langsung dari Allah.
Yaps. Allah memerintahkan wanita nenutup aurat nya melalui beberapa ayat, salah satu nya ayat berikut ini  :

يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ ِلأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. (QS al-Ahzab [33]: 59)


2.       Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang akan mendatangkan murka Allah dan rasulnya.
Rasullullah Sallallahu Alaihi Walsallam bersabda :

        كُلُّ أُمَّتِي مُعَافىً إلاَّ المُجَاهِرُن.
"Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)". [Muttafaqun alaih]

Pamer aurat = maksiat = dosa nya tidak akan dimaafkan. Duhh kurang serem apasih…


3.         Hijab sebagai peredam fitnah (kerusakan).
Seorang wanita yang berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Kok gitu? Coba saja bayangkan seorang wanita yang senang bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat. Pasti banyak pemikiran yang tidak baik dari masyarakat. Lalu timbul omongan – omongan yang lebih tidak baik lagi. Bahkan yang seperti itu mudah “mengundang” terjadinya pelecehan sexual.
Jadi….. pamer aurat, bertabarujj, memperlihatkan bentuk tubuh, sama saja dengan mendatangkan malapetaka untuk diri kita sendiri.
Mau seperti itu? Enggak kan J

4.         Pamer aurat akan mengundang syahwat laki – laki.
Seorang wanita apabila memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan laki-laki non mahram, jelas akan mengundang perhatian kaum laki-laki.  Sama saja dengan memasukan makanan kedalam kandang singa. Yaa udah pasti gaada sisahnya hehhe…  Jika seorang laki – laki sulit menahan hawa nafsunya, sangat mudah terjadi pelecehan sexual. Jika sudah seperti itu, rusak lah diri wanita tersebut. Itulah tahapan bagi penghancuran dan pengrusakan moral dan peradaban.

Contoh simple nya : pernah lihat seorang wanita berpakaian muslimah dan berhijab berjalan melewati segerombolan pria yang sedang nongkrong? Apa reaksi dari para pria tsb? “assalamualaykum…” mungkin itu yang sering terdengar oleh kita. Sekarang, bayangkan jika yang lewat adalah wanita yang memamerkan aurat nya. Apa reaksi dari para pria tersebut? …
Terbayangkah?


Ketika ada dua buah permen, yang sudah terbuka dan yang masih tersegel rapat. Yang mana yang akan orang dipilih?
Mau jadi yang dipilih itu? J


5.         “hijabku adalah kehormatanku”
Seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki,
“Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka yang tidak terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”

Sedangkan wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki hidung belang, secara tidak langsung ia berkata,
“Hay. Ini adalah tubuh indahku. Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada orang yang berseloroh, “Aduhai betapa cantiknya dia?”.

Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun terfitnah. Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih terhormat? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita yang sangat menjaga kehormatannya.



Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta kecantikan parasnya, laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak. Dia menjadi wanita terhina, terbuang, murahan dan kehilangan harga diri dan kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup






Nah, gimana nih teman? Sudah ada gambaran mau menggunakan hijab warna apa untuk besok? atau mau menunggu sampai dihijabkan?  Hehehe.. yuk sama – sama menjaga kehormatan kita J




"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita salehah"
(H.R. Muslim dan Nasa'i)



Read More...